Cerpen apa curhat ya ….. ?????Rahasiamu, Cinta
Cinta masih tegar berdiri menatap pagi. Tetap di tempat sang mimpi mengantarnya pada kasih sejati. Seolah yakin tak sekedar bayang nurani penantian panjangnya tuk mentari. Lalu Cinta mulai bercerita menuturkan resah yang menghantuinya selama ini pada keelokan pelangi …
Sering ku pendam sendiri. Semua gejolak beban belenggu nurani. Goyahkan setiaku pada mentari. Lalu pergi tak coba kembali. Kadang ku ingin tuk berhenti, bersandar pada sebentuk hati. Yang
Mega pun menjawab dengan cerahnya angkasa pucat pasi. Seakan tersenyum tuk sebuah ketulusan hati yang menyayat keegoisan diri. Jauh di balik keceriaan yang dihadirkan Cinta pada dunianya, ia simpan sebentuk duri yang membuat segores luka untuknya lalui hari. Penuh sandiwara dan kebohongan atas diri. Kemudian ditorehkannya pada selembar daun yang berguguran di hadapannya…
Coba kau baca hati lewat tatapan mata. Bila ingin mengetahui yang sebenarnya. Jangan coba baca kata hati yang pasti takkan dimengerti. Karena pancaran mata adalah gambaran isi jiwa yang hakiki. Dan
Yah, Cinta tetaplah Cinta. Berkisah pada lembutnya belaian sang bayu. Menghanyutkan angannya tuk menerawang angkasa. Menembus putih awan-awan kecil yang berkejaran di dinding langit….
Sakit bila terus ku coba tuk mengerti. Tuk sekedar hindari keberadaanmu kini di sini. Entah sebagai apa, aku pun tak pahami. Hanya saja ku benci jika kau tak seperti biasa, yang pernah ku kenal di sudut hari ini. Dan kemudian pergi berlalu tanpa permisi. Tinggalkan setangkai rahasia pun misteri. Dan menyiksaku tuk coba resapi arti yang kau hadirkan dalam tiap tutur kata yang tiada terucap dalam memori ini.
Pagi telah beranjak. Terik mentari menyengat kesendirian Cinta di taman surgawi. Kesenduan kisah tlah diuraikannya lewat isyarat kata. Yang tak terbaca oleh siapapun bila melihatnya. Sebait nyanyian hati, yang hanya Cinta saja yang
Mungkin kau tak mengerti. Dan aku pun tak mengerti pula hal ini. Atau memang mengerti tapi mencoba sembunyi. Atau telah mengerti lalu mencari bukti yang pasti. Pernah kau tanyakan andai bisa membaca hati. Tapi ku yakin kita tak bisa. Hal ini di luar kemampuan kita. Tak bisa ku putuskan sendiri.
Seakan habis kata-kata tuk menjelaskan gelisah hatinya, Cinta bersenandung lirih dalam getirnya kenyataan takdirnya…
Aku senang mengenalmu seperti dulu. Tapi dunia selalu berputar. Tak berhenti di satu sisi. Dan pasti mengubah yang lain. Yang membuat tak lagi nyaman sekedar menyapamu kini.
Hari-hari yang Cinta lalui terasa asing tuk dijalani. Cinta letih terus membohongi diri. Seolah tegar tapi sesungguhnya rapuh. Teringat akan kenangan saat tawanya terlalu ceria menutup tangisnya dalam keretakan hati…
Kadang aneh tuk mengenang semua ini. Seperti mimpi. Sekejap mata namun penuh arti. Sedetik waktu tapi tetap misteri. Gimana caraku menyatakan pada mentari yang sebenarnya terjadi. Karena aku yakin aku nggak bisa bertahan lebih lama tuk pendam mua ne sendiri.
Luka yang tampaknya tak seberapa. Tapi terlalu dalam tuk sekedar kau lihat permukaannya. Dan mungkin tak kau bayangkan di mana dasarnya berhenti. Kemudian sanggup membuatmu menahan masa untuknya
..Cinta masih menunggu sosok terbaiknya itu. Bukan kesempurnaan yang dicarinya, hanya kesetiaan dan kejujuran pada hatinya pun cukup bagi Cinta kagumi. Seseorang yang entah dia pun tak tahu di mana berada. Ya
ng coba diyakininya sebagai kekasih sejati. Hanya saja Cinta mulai goyah tuk berpijak pada hatinya, tuk menggenggam sebentuk kepercayaan pada mentari dalam mimpinya di senja hari ini…
Med_chiE
21 April 2009
CIp...cIP...
BalasHapuslANjutKAn.....