KaTa2
May 9, 2009
Sungguh, kebosanan telah menyelimuti seluruh semangatnya. Apa gerangan yang terjadi dengannya. Waktu telah menghancurkan semua. Segalanya telah berubah. Aku sadar, kata-kata manisku tidak lagi mampu membuatnya tersenyum. Sayap Cinta membutuhkan keyakinan dan keberanian memperjuangkannya. Bodoh memang aku mengatakan padanya bahwa cinta membutuhkan tindakan nyata. Karena harusnya aku tau, dia sudah tau akan hal itu. Andai dia tau, semua ini kulakukan karena aku tidak tau dulu harus bagaimana. Pemahaman yang kudapatkan dari orang-orang yang punya pemikiran sama dengannya telah begitu membuatku seperti batu. Karena aku baru menyadari bahwa aku bodoh. Mungkinkah kebodohan ini membawa akhir hikmah yang dalam? Hikmah yang akan membuat ku mengerti dan dia memahami arti keikhlasan. Andai dia mengatakan satu kata yang akan membuatku terus menunggu. “Ayo, semangat! Jangan pernah berhenti! Perjalanan masih panjang. Dan untuk itulah kita memperjuangkannya”. Sebuah semangat dan bukan kata-kata yang berbelit-belit, dan banyak penafsiran meskipun puitis. Kata-kata yang kuinginkan kata-kata yang langsung to the point pada maksudnya. Karena ini dunia penuh persepsi dan perasaan. Sungguh aku sangat takut menjadi orang yang terlupakan. Tiba-tiba aku terdampar di sebuah peradapan masa lalu. Hawa yang sangat dingin begitu mencekam, menusuk-nusuk ulu hatiku. Aku berada di sebuah ruangan yang dipenuhi mimpi-mimpi. Mimpi yang tidak lagi membuatku menjadi batu. mimpi yang telah merubah cara ku memandang kehidupan dan untuk itulah aku hidup.
Sungguh, kebosanan telah menyelimuti seluruh semangatnya. Apa gerangan yang terjadi dengannya. Waktu telah menghancurkan semua. Segalanya telah berubah. Aku sadar, kata-kata manisku tidak lagi mampu membuatnya tersenyum. Sayap Cinta membutuhkan keyakinan dan keberanian memperjuangkannya. Bodoh memang aku mengatakan padanya bahwa cinta membutuhkan tindakan nyata. Karena harusnya aku tau, dia sudah tau akan hal itu. Andai dia tau, semua ini kulakukan karena aku tidak tau dulu harus bagaimana. Pemahaman yang kudapatkan dari orang-orang yang punya pemikiran sama dengannya telah begitu membuatku seperti batu. Karena aku baru menyadari bahwa aku bodoh. Mungkinkah kebodohan ini membawa akhir hikmah yang dalam? Hikmah yang akan membuat ku mengerti dan dia memahami arti keikhlasan. Andai dia mengatakan satu kata yang akan membuatku terus menunggu. “Ayo, semangat! Jangan pernah berhenti! Perjalanan masih panjang. Dan untuk itulah kita memperjuangkannya”. Sebuah semangat dan bukan kata-kata yang berbelit-belit, dan banyak penafsiran meskipun puitis. Kata-kata yang kuinginkan kata-kata yang langsung to the point pada maksudnya. Karena ini dunia penuh persepsi dan perasaan. Sungguh aku sangat takut menjadi orang yang terlupakan. Tiba-tiba aku terdampar di sebuah peradapan masa lalu. Hawa yang sangat dingin begitu mencekam, menusuk-nusuk ulu hatiku. Aku berada di sebuah ruangan yang dipenuhi mimpi-mimpi. Mimpi yang tidak lagi membuatku menjadi batu. mimpi yang telah merubah cara ku memandang kehidupan dan untuk itulah aku hidup.
30 mei 2009
Komentar
Posting Komentar